Serba Serbi Penggunaan Pintu Kayu Sungkai yang Jarang Diketahui

Posted on

Kayu merupakan material pintu yang paling banyak digunakan, baik pada hunian modern maupun tradisional. Ada banyak jenis material kayu yang sering diaplikasikan untuk membuat pindu cantik dan menarik. Satu di antaranya adalah pintu kayu sungkai. 

Pintu Kayu Sungkai
Istockphoto

Identifikasi Kelebihan dan Kekurangan Pintu Kayu Sungkai

Berbicara soal material kayu, mungkin masih banyak masyarakat yang belum paham betul soal kayu sungkai. Padahal, jenis kayu satu ini menawarkan daya tarik tersendiri yang berbeda dengan material lainnya. Berikut deretan informasi yang wajib diketahui sebelum menggunakan kayu sungkai sebagai material pintu. 

Penyebarannya Sangat Banyak

Pohon kayu sungkai bisa diperoleh dengan mudah. Sebab, pohon ini tersebar di berbagai daerah seperti Sumatera, Jawa hingga Kalimantan. Bahkan, kayu sungkai juga tumbuh subur di negara tetangga, yakni Malaysia dan Thailand. 

Sebenarnya, kayu sungkai memiliki ragam nama unik sesuai dengan daerah asalnya. Misalnya saja kayu jati sabrang, ki sabrang, kurus, sekai dan sebagainya. 

Kayu sungkai biasanya bisa tumbuh dengan ketinggian 20-30 meter. Sedangkan diameternya sendiri bisa mencapai 60 cm. Hal inilah yang menjadikan kayu sungkai fleksibel dijadikan sebagai pintu rumah dengan desain apapun. Penghuni bisa menciptakan desain pintu kayu sungkai dengan ukiran, dua daun dan sebagainya. 

Sifat Kayu Sungkai

Kayu sungkai terkenal sebagai bahan yang mampu menahan berat dengan cukup baik. Berat kayunya sendiri sekitar  550 – 650 kg/m3 dengan tingkat kelenturan mencapai 400 – 900 kg/m3. Sementara tingkat kekuatan kayu sungkai berkisar 300 – 650 kg/m3.

Kayu ini memiliki tampilan fisik berwarna coklat muda. Sedangkan bagian pinggirannya tampil dengan warna cantik, yakni lebih terang. 

Menariknya, kayu sungkai memiliki pola serat yang begitu indah. Hal inilah yang menjadikan material tersebut cocok digunakan untuk membuat pintu. 

Warna Dasar Kayu Mirip Kayu Jati Belanda

Kayu sungkai memiliki daya tarik tersendiri yang tidak bisa ditemui pada material lainnya. Sebab, produksi kayu lebih dominan ke arah putih kekuning kuningan. Warna kayu ini membuat tampilan pintu terkesan lebih eksotis dibanding lainnya. 

Selama masa pengeringan, kayu bisa mengalami perubahan warna. Terlebih jika sudah melalui proses oven kayu. 

Umumnya, kayu sungkai perlu diberikan zat pemunit atau white agent. Nantinya, pemutih ini bisa membuat material lebih bersih dan putih secara merata. 

Harga Kayu Sungkai

Harga sandar kayu sungkai di pasaran berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per kubiknya. Sementara khusus kayu sungkai olahan dibandrol dengan harga sekitar Rp 6 juta sampai Rp 8 juta per meter kubik. 

Harga kayu sungkai tersebut cenderung stabil. Tidak seperti jenis kayu ulin dan merbau yang harganya sendiri selalu berubah-ubah. 

Kekurangan Kayu Sungkai

Disisi lain, pintu kayu sungkai menawarkan beberapa kelemahan. Sebagai contoh, kayu sungkai tidak terlalu tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim. Hal ini menjadikan kayu sungkai kurang cocok dijadikan sebagai furniture bertema outdoor. 

Selain itu, daya tahan kayu sungkai juga tergolong rendah. Terlebih jika terkena serangan rayap ataupun kelembaban. Alternatifnya, penghuni bisa menambahkan lapisan khusus jika benar-benar menginginkan kayu ini sebagai pintu rumah. 

Perbandingan Tampilan Kayu Sungkai vs Kayu Mahoni

Umumnya, kayu sungkai memiliki bobot yang sedang sehingga lebih mudah untuk dibentuk. Meskipun permukaan kayu cukup kasar dan membutuhkan pengamplasan ekstra, hasil akhirnya bisa benar-benar halus. Kayu sungkai yang diolah memberikan kesan tampilan serat yang menonjol. Hal ini menjadikan kayu sungkai terlihat natural dan rustik. Disisi lain, kayu mahoni lebih bersahabat dengan proses finishing. Pori-pori kayunya cenderung kecil dengan permukaan yang lebih rata. Bisanya, tampilan akhir kayu mahoni menonjolkan serat yang halus dengan warna kemerahan elegan. Hal ini menjadikannya ideal digunakan untuk furniture klasik maupun modern. 

Melansir dari video di kanal Youtube Guru Tukang Kayu Borneo, kayu sungkai memiliki motif menarik. Setelah kayu dibelah, kemudian diserut menggunakan ketam, hasilnya sangat bagus dan alami. Apalagi motif kayu ini cukup banyak disukai banyak orang. Sayangnya, kayu mudah retak jika kondisinya masih basah saat dibelah. Dibandingkan kayu lainnya, kayu sungkai lebih keras, tapi juga lebih mudah retak. 

Dibalik kekurangan, kayu sungkai bisa jadi pilihan menarik untuk dijadikan sebagai material pintu. Sebab, pintu kayu sungkai memiliki tampilan eksotis dengan sifat yang ramah lingkungan. Artinya, kayu bisa digunakan untuk membuat ragam pintu dalam jumlah yang banyak. Misalnya untuk kebutuhan konstruksi perumahan.